KAPOPOSANG

KAPOPOSANG Keindahan Kapoposang. Foto Bary Kusuma
  • Bagikan

Word: Ayu Arman

Menuju Surga Bawah Laut Spermonde

Kapoposang merupakan salah satu gugusan pulau dalam wilayah administrasi Kecamatan Liukang Tupabbiring. Selain Kapoposang, ada Pandangan, Gondongbali, Tambakulu, Pamanggangan, dan Saranti. Dari enam pulau itu, hanya Kapoposang, Pandangan, dan Gondongbali yang berpenghuni. Sisanya, yakni Saranti, Pamanggangan, dan Tambakulu merupakan pulau kosong. Pulau-pulau tidak berpenghuni ini seringkali dijadikan sebagai tempat persinggahan para nelayan yang mencari ikan di perairan sekitar gugusan Kapoposang.

Gugusan pulau ini merupakan kawasan yang disebut Taman Wisata Perairan (TWP). Setiap pulaunya memiliki luas daratan yang bervariasi. Pulau Saranti merupakan pulau paling kecil. Luasnya hanya sekitar 4 km persegi. Sedangkan pulau paling besar adalah Kapoposang dengan luas sekitar 42 km persegi. Morfologi pulau di gugusan Pulau Kapoposang hampir sama dengan pulau-pulau di Maladewa. Daratannya datar dengan karakteristik pantai pasir putih yang landai. Di beberapa pulau, sebut saja Tambakulu, gugusan karang tepinya terputus-putus sehingga panoramanya terlihat sangat indah.

Pantai di Kapoposang. Foto Bary Kusuma

Dari pandangan udara, Pulau Kapoposang serupa ikan raksasa yang memiliki ekor besar dan sirip pada bagian perutnya. Seluruh pantainya tampak putih oleh warna pasir. Gradasi warna yang terbentuk dari udara persis seperti pulau-pulau lainnya. Terlihat pula semacam flek yang menunjukkan sebaran terumbu karang yang luas. Perbedaan warna antara laut dangkal dan laut dalam sangat tegas. Ini menunjukkan daerah tersebut merupakan drop off dan wall (tebing dan dinding karang), yang menjadi salah satu karakteristik kondisi bawah laut Pulau Kapoposang.

Pulau Kapoposang memiliki life support yang memadai karena didiami penduduk yang kebanyakan berasal dari suku Bugis dan Makassar. Rumah-rumah panggung khas Bugis-Makassar yang mengelompok di beberapa lokasi dan kehidupan para nelayan setempat justru menjadi pemandangan yang menarik. Apalagi, penduduknya yang ramah seperti ciri khas penduduk pulau lainnya di Kepulauan Spermonde. Mereka selalu menyapa wisatawan yang datang dengan seyumnya tulus. Di pulau ini terdapat pula beberapa resor yang dikelola oleh swasta dan Badan Konservasi Sumber Daya Alam Kabupaten Pangkep.

Kapoposang memiliki pantai pasir putih yang indah di hampir semua bagian pulaunya. Puncak keindahan paling fantastik bila dilihat dari udara sewaktu sore menjelang matahari terbenam. Pantai timur Pulau Kapoposang seperti daratan teduh yang romantis. Selain berteluk, laut di sini pun sangat tenang.

Pasir Putih di Kapoposang. Foto Bary Kusuma

Berjalanlah ke pantai sisi selatan. Meskipun pendek, namun lokasi ini menjadi tempat favorit bagi wisatawan untuk berjemur karena relatif lebih sepi dan jauh dari permukiman penduduk. Tidak mengherankan apabila turis mancanegara yang datang ke Kapoposang merasa seperti berada di wonderland. Tidak ada suara lain, kecuali orkestra alam berupa suara ombak dan cericit camar disela-sela hembusan derau angin laut yang mengayunkan secara lembut ranting-ranting cemara.

Di Pulau Kapoposang Anda menemukan ribuan pohon kelapa dan cemara laut (Casuarina ecuisetifolia), serta bakau (Rhizophora sp., Avicenia sp.). Ketiga jenis pohon itu berjejalan di bibir pantai. Masuklah ke tengah pulau, Anda berjumpa pohon-pohon sukun besar, serta berbagai jenis semak belukar. Terdapat pula beberapa satwa seperti elang laut perut putih (Haliaeetus leucogaster), kuntul putih (Egretta sp.), raja udang (Alcedo atthis), serta kalong (Pteropus vampirus).

Kapoposang juga memiliki semacam danau yang dipagari karang dan pasir, namun airnya adalah air laut yang masuk lewat celah berpasir pada saat air pasang. Dari tepi, airnya terlihat sangat tenang dan jernih, dengan hutan bakau di sekelilingnya. Areal ini memiliki panorama yang sangat romantis untuk bersampan atau berkano. Di tepi danau, masih terdapat tanah luas yang cocok untuk membangun cottage dengan pandangan ke arah danau maupun laut lepas.

Duduk di beranda resor di pantai Kapoposang sewaktu matahari tenggelam di garis barat sambil menikmati teh atau secangkir kopi menjadi waktu-waktu bahari yang elok. Sungguh sebuah pengalaman yang tidak akan terlupakan.

Keindahan Kapoposang. Foto Bary Kusuma

Pada malam hari Anda bisa menyaksikan kerlap-kerlip lampu nelayan yang sedang memancing ikan, berderet memanjang dan ramai seperti pasar malam di lautan. Pulau Kapoposang memang menawarkan keindahan 24 jam. Mulai dari pasir putih, terumbu karang, ikan hias, penyu, moluska, vegetasi pantai dan bakau, hingga sensasi surga bawah laut di berbagai titik penyelaman.

Bagaimana, penasaran dengan surga bawah laut di Kapoposang ? Nantikan di Part II